Azura Hills– Tips Meningkatkan Kualitas Udara di Rumah. Apakah Anda yakin jika udara yang ada di rumah sudah bersih dan sehat? Mungkin sebagian orang beranggapan jika polusi udara hanya bisa terjadi di luar ruangan saja, terlebih karena terlihatnya asap pabrik, asap kendaraan serta kabut asap di perkotaan. Padahal di dalam rumah juga belum tentu baik. Lalu, bagaimana tips meningkatkan kualitas udara yang baik di rumah?
Udara yang bersih serta sehat tentu saja tak hanya meningkatkan kenyamanan saja, namun juga berdampak secara langsung pada Kesehatan. Terlebih untuk mereka yang mempunyai alergi, asma maupun masalah pernapasan lain. Sebelum membahas tentang tips meningkatkan kualitas udara, Anda juga perlu tahu sumber polusi udara yang ada di dalam ruangan terlebih dulu.

Sumber Polusi Udara di Dalam Ruangan
Meskipun terlihat bersih, udara yang ada di dalam ruangan bisa saja tercemar oleh polutan yang asalnya dari bahan bangunan, aktivitas sehari-hari, peralatan rumah tangga maupun faktor lingkungan. Berikut, beberapa sumber utama polusi udara yang ada di dalam rumah dimana mungkin tidak Anda sadari:
1. Asap Rokok
Asap rokok menjadi salah satu polutan udara yang ada di dalam ruangan paling berbahaya karena mengandung banyak bahan kimia beracun yang sangat membahayakan perokok pasif. Merokok di tempat yang tertutup atau di dalam rumah dapat menimbulkan polutan menjadi menumpuk dan mengendap pada berbagai permukaan, sehingga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan pernapasan.
2. Alat Rumah Tangga Berbahan Bakar Kayu atau Gas
Peralatan rumah tangga seperti kompor gas, perapian kayu atau pemanas ruangan dapat menghasilkan karbon monoksida, nitrogen dioksida serta partikel halus yang dapat mencemari udara dalam ruangan. Terlebih jika ventilasi udara rumah Anda tidak memadai, polutan tersebut akan terus menumpuk dan berbahaya untuk Kesehatan.
3. Produk Pembersih dan Bahan Kimia
Ada banyak produk pembersih seperti pewangi ruangan, deterjen dan bahan lain yang mengandung senyawa organic volatile. Dimana bisa menguap ke udara serta mengiritasi saluran pernapasan yang menimbulkan sakit kepala atau memicu reaksi asma atau alergi.
4. Debu dan Tungau Debu
Debu di dalam rumah juga menjadi polutan udara yang paling umum. Partikel debu tentunya akan mencemari udara. Terlebih jika rumah jarang dibersihkan, tentu saja akan berdampak besar pada kualitas udara.
Tips Meningkatkan Kualitas Udara yang Baik di Rumah Dengan Mudah
Meningkatkan kualitas udara di dalam rumah tentunya menjadi langkah yang sangat penting untuk menjaga kebersihan dan Kesehatan. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa tips meningkatkan kualitas udara yang baik di rumah:
1. Memastikan Ventilasi yang Baik
Untuk meningkatkan kualitas udara di dalam rumah, Anda bisa membiarkan udara segar masuk dengan cara membuka jendela secara berkala, terlebih ketika cuaca sedang bagus. Hal tersebut akan membantu untuk mengurangi konsentrasi polutan yang terjebak pada ruangan.
Lalu, Anda bisa memasang exhaust fan pada area yang rentan polusi. Misalnya di dapur serta kamar mandi. Tujuannya adalah untuk membantu mengeluarkan asap, uap dan kelembaban yang berlebih dimana dapat menyebabkan jamur.
2. Menggunakan Pembersih Udara
Pembersih udara yang menggunakan filter HEPA dapat menyaring debu, bulu hewan peliharaan, serbuk sari dan partikel kecil lain yang dapat menjadi polutan di dalam ruangan. Jika terdapat bau tidak sedap atau VOC di dalam rumah, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan pembersih udara dengan filter karbon aktif, dimana dapat menghilangkan bau serta zat kimia.
3. Menjaga Kebersihan Rumah Secara Rutin
Kotoran dan debu yang terakumulasi pada lantai dapat menimbulkan polutan udara. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda rutin menyapu serta mengepel menggunakan kain basah karena bisa mengurangi partikel yang beterbangan di udara.
Selain itu, Anda juga dapat menggunakan vakum yang dilengkapi dengan filter HEPA untuk membersihkan sofa, karpet dan kasur. Terlebih jika Anda mempunyai hewan peliharaan. Pastikan untuk mencuci secara berkala baik itu baju, sarung bantal, seprei dan tirai.
4. Mengontrol Kelembaban
Udara yang lembab tentunya akan menimbulkan pertumbuhan jamur dan lumut yang dapat menghasilkan spora berbahaya untuk Kesehatan. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan dehumidifier pada area yang cenderung lembab. Misalnya kamar mandi, dapur dan ruang bawah tanah. Selain itu, penting juga menjaga kelembaban ideal pada rumah yaitu antara 30% sampai 50%.
5. Mengurangi Penggunaan Bahan Kimia Berbahaya
Ada baiknya jika Anda menghindari produk pembersih yang memiliki kandungan bahan kimia keras. Anda bisa memilih produk yang mempunyai label ramah lingkungan maupun buatan sendiri. Seperti pembersih alami yang menggunakan cuka, baking soda maupun air lemon. Hindari juga penggunaan pengharum ruangan yang berbahan kimia. Anda bisa menggantinya dengan tanaman atau pengharum alami.
6. Menghindari Merokok di Dalam Rumah
Jangan pernah merokok di dalam ruangan, hal tersebut karena asap rokok menjadi salah satu polutan udara yang paling berbahaya. Jika terdapat orang yang merokok, pastikan ada di luar rumah, sehingga tidak menimbulkan polutan di dalam rumah.
7. Menggunakan Tanaman Hias Untuk Memurnikan Udara
Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan beberapa jenis tanaman hias untuk memurnikan udara di dalam rumah. Apa saja tanamannya? Beberapa di antaranya adalah lidah mertua, spider plant dan peace lily. Beberapa jenis tanaman tersebut akan membantu untuk menyerap racun serta menambah oksigen ke dalam ruangan.
Jadi, itulah beberapa tips meningkatkan kualitas udara yang baik di rumah untuk Anda lakukan agar terhindar dari penyakit. Jadi, mulai sekarang perhatikan kualitas udara di rumah Anda. Pastikan untuk menjaga kebersihan rumah dan menciptakan lingkungan yang sehat untuk keluarga Anda.
